Sunday, 11 November 2012

makna referensial dan makna konseptual



PENDAHULUAN
Ada banyak teori yang telah dikembangkan oleh para pakar filsafat dan linguistik sekitar konsep makna dalam studi semantik. Dalam bagian ini kita akan jelajahi secara tersebarv teori-teori tentang makna. Pada dasarnya para filosuf dang linguist mempersoalkan makna dalam bentuk hubungan antar bahasa(ujaran), pikiran, dan realitas dialam. Lahirlah teori tentang makna yang berkisar pada hubungan antara ujaran, pikiran, dan realitas dunia nyata. Karena bahasaitu digunakan untuk berbagai keperluan dan kegiatan dalam kehidupan bermasyarakat maka bahsa itupun bermacam-macam dilihat dari segi atau pandangan yang yang berbeda.
Berbagai jenis makna telah diungkapkan oleh orang dalam berbagai buku linguistik, abdul chair membagi jenis makna sebagai berikut “ makna leksikal, gramatikal, konstektual, referensial dan non referensial, denotatif, konotatif, konseptual, asosiatif, kata, istilah, idiom, serta makna peribahasa” Pada makalah ini kita hanya akan mengkaji tentang teori/ makna referensial dan teori/ makna konseptual.











1. MAKNA REFERENSIAL
Teori Referensial merujuk kepada segitiga makna seperti yang dikemukakan oleh Ogden dan Richard. Makna, demikian ogdan dan Richard adalah hubungan antara reference dan referent yang dinyatakan oleh simbol bunyi bahasa baik berupa kata maupun frase atau kalimat. Simbol bahasa dan rujukan atau referent tidak mempunyai hubungan langsung. Teori ini menekankan hubungan langsung antara reference dan referent yang ada di alam nyata. [6]
      Makna referensial adalah makna yang berhubungan langsung dengan kenyataan (acuan), makna referensial disebut juga makna kognitif karena memiliki acuan[7]. Makna ini memiliki hubungan dengan konsep, sama halnya demngan makna kognitif. Makna referensial memilki hubungan dengan konsep tentang sesuatu yang telah disepakati bersama oleh (masyarakat bahasa), seperti terlihat dalam hubungan antara konsep (referens) dengan acuan (referent) pada segitiga dibawah ini.
(b) konsep      




 
                              (a) kata                                                (c) acuan

Contoh:
1.      Orang itu menampar orang
1                                                        2
2.      Orang itu menampar dirinya
 Pada (1) orang 1 dibedakan maknanya dari orang dua, karna orang1 sebagai pelaku (agentif) dan orang dua sebagai pengalam (yang mengalami makna yang diungkapkan verba), hal tersebut menunjukkan makna katagori yang berbeda tetapi makna referensial mengacu kepada konsep yang sama(orang = manusia). Pada (2) orang memiliki makna referensial yang sama dengan orang1 dan orang2 pada (1) dan pada (2) orang dengan makna katagori yang sama dengan orang1 (agentif).[8]    
Hubungan referensial adalah hubungan yang terdapat antara sebuah kata dan dunia luar bahasa yang di acu oleh pembicara. Misalnya :
·         Kamus mengacu kepada jenis buku tertentu
·         Tebal mengacu kepada suatu kualitas benda tertentu.
Hubungan antara kata (lambang), makna ( konsep atau referens dan sesuatu yang diacu (referent) adalah hubungan tidak langsung). Hubungan tersebut digambarkan melalui apa yang disebut segitiga semiotik (semiotic triangle).[9]
Hubungan yang terjalin antara sebuah bentuk kata dengan barang, hal, kegiatan ( peristiwa) diluar bahasa tidak bersifat langsung, ada media yang terletak diantaranya. Kata merupakan lambang ( simbol) yang menghubungkan konsep dengan acuan.
Sebuah kata atau leksem disebut bermakna referensial kalau ada referensnya, kata-kata seperti kuda, merah, dan gambar adalah termasuk kata-kata yang bermakna referensial karna ada acuannya dalam dunia nyata. Sebaliknya kata-kata dseperti dan, atau, dan karena adalah kata-kata yang tidak bermakna referensial, karena kata-kata itu tidak mempunyai referens.

2.      MAKNA KONSEPTUAL
Teori konseptual adalah teori semantik yang memfokuskan kajian makna pada prinsip-prinsip konsepsi yang ada pada pikiran manusia[10]. Teori yang dinisbahkan pada John Locke disebut juga denga teori mentalisme. Teori ini disebut teori pemikiran, karena kata itu menunjuk pada ide yang ada dalam pemikiran. Karena itu, penggunaan suatu kata hendaknya merupakan penunjukan yang mengarah pada pemikiran.
Yang dimaksud dengan makna konseptual menurut definisi lain adalah makna yang dimiliki oleh sebuah leksem terlepas dari sebuah konteks atau asosiasi apapun.  Kata kuda memiliki makna konseptual sejenis binatang berkaki empat yang dapat dikendarai. Jadi, sesungguhnya makna konseptual sama saja dengan makna leksikal, makna denotatif, makna referensial. Makna konseptual ini bersifat logis, kognitif, atau denotatif. Makna asosiatif yang dibagi lagi atas makna konotatif yakni makna yang muncul dibalik makna kogntif [11]. Demikian juga dengan makna idesional adalah makna yang muncul sebagai akibat penggunaan kata yang berkonsep. Kita mengerti ide yang terkandung di dalam kata demokrasi, yakni istilah politik (bentuk atau sistem pemerintahan, segenap rakyat turut serta memerintah dengan perantaraan wakil-wakilnya; pemerintahan rakyat;. Gagasan atau pandangan hidup yang mengutamakan persamaan hak dan kewajiban serta perlakuan yang sama bagi semua warga negara.
Kata demokrasi kita lihat dalam kamus, dan kita perhatikan pula hubngannyadengan unsur lain dalam pemakaiankata tersebut, lalu kita tentukan konsep yang menjadi ide kata tersebut. Demikian juga dengan kata partisipasi mengandung makna idesional ‘aktivitas maksimal seseorang yang ikut serta dalam suatu kegiatan (sumbangan keaktifan). Dengan makna idesional yang terkandung di dalamnya kita dapat melihat paham yang terkandungdi dalam suatu makna.   

Daftar Pustaka
-          Djasasudarma, T. Fatimah, Prof, Dr, Semantik 1, Refrika, Bandung, 1999

-          Djasasudarma, T. Fatimah, Prof, Dr, Semantik 2, Refrika, Bandung, 1999

-          Matsna, Matsna, Dr, Orientasi Semantik Al-Zamakhsyari, Anglimedi, Jakarta, 2006

-          Parera, J.d, Teori Semantik Edisi Kedua,

-          http// www.google.com/library.usu.ac.id, teori referensial dan konseptual.
          


[6] J.d parera, teori semantik edisi kedua, hal 46
[7] Fatimah Djajasudarna, semantik 2 pemahaman ilmu makna (Bandung: PT Refika Aditama, 1999) hal 11
[8] Ibid, hal 12
[9] Fatimah Djajasudarna, semantik 1 pemahaman ilmu makna (Bandung: PT Refika Aditama, 1999) hal 24
[10] Muhammad Matsna,orientasi semantik al-zamakhsyari (Jakarta:Anglimedi, 2006) hal 20
[11] Ibid hal 17

No comments:

Post a Comment